Membangun Potensi Yang Luar Biasa Karang Taruna Kota Malang

10/02/2020 1 By Administrator

Membangun Potensi Yang Luar Biasa Karang Taruna Kota Malang

 

 

Andri Wiwanto, ST, MM., IPM

(Anggota DPRD Kota Malang PAW 2014-2019, Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya)

 

Bunulrejo, 10 Februari 2020

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Memberikan prespektif saya dalam menulis di artikel ini adalah ketika saya mendapatkan  diundang dari Bappeda Kota Malang dalam agenda Pra Musrenbang Kepemudaan di salah satu ruang rapat di balai kota malang, saya lupa tanggalnya sudah hampir 1 bulan berjalan, yang dihadiri oleh Bappeda, perwakilan dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Malang, Karang Taruna, KNPI dan beberapa komunitas serta orgranisasi ekstra kampus.

 

Menarik dalam Pra Musrenbang Kepemudaan menjadi sebuah potret kepemudaan di kota Malang, banyak usulan program yang diberikan oleh peserta atau mungkin ini pra nya pra musrenbang ya kalau dilihat..heee, mengapa karena ini sudah ke-3 kalinya dan saya mendapatkan undangan yang ke3, sehingga sudah banyak usulan program, tetapi saya jelaskan bahwa dari semua usulan program itu sudah ada semua dalam program yang dilakasanakan oleh OPD terkait, yang menjadi PR adalah kolaborasi dari program itu bisa maksimal dan tepat sasaran.

 

Pra Musrenbang Kepemudaan ini sebuah langkah maju, bagaimana potret pemuda asli  malang (ber-KTP Malang) dan mahasiswa luar kota yang kuliah di berbagai universitas di Malang yang terlibat aktif berbagai komunitas yang fokus sosial edukasi bagi pengembangan berbagai hal positif bagi masyarakat Kota Malang. Bagi saya ini sebuah hal penting dan seharusnya pemerintah Kota Malang memberikan wadah komunikasi yang rutin, mengapa begitu, karena saya melihat Bappeda belum menyadari dan merekam dengan baik potensi kolaborasi ini.

 

Komuntias-komunitas ini mengungkapkan banyak kendala berkomunikasi dengan birokrasi, misalnya mengenai rencana kegiatan menggunakan area alun-alun kota Malang, gedung gajayana ataupun di Perpus kota Malang, mungkin ada pihak yang menjawab itu akan terkait komunikasi, tetapi sebenarnya ini adalah peluang yang seharusnya bisa dikolaborasikan dengan baik dengan memberikan pendekatan dan komunikasi yang baik. Bila diterangkan apa komunitas yang hadir adalah komunitas memberikan suport dikampung dongeng, komuntias yang memberikan jangan sampai ada warga yang mengemis, komunitas menulis, dan beberapa yang lain, dan semua itu adalah rata mahasiswa aktif kuliah di Malang.

 

Selain hal diatas ada fakta yang menarik dalam diskusi ini muncul sebuah data ternyata bila diambil rata-rata univeritas terkemuka di Malang, warga asli kota Malang yang kuliah tidak begitu besar dapat diambil rata-rata 5% saja dari setiap Universitas, sehingga ini sebuah tantangan bagi Karang Taruna kota Malang untuk membuat sebuah terobosan kreativitas. Mengapa menjadi sebuah tantangan bagi Karang Taruna Kota Malang karena dengan prespektif komunitas diatas ada hal menarik perhatian bagi saya adalah 2 hal yaitu :

  1. Karang Taruna perlu kolaborasi dengan berbagai komunitas di Kota Malang, khususnya komunitas-komunitas kreatif yang digawangi oleh mahasiswa yang kuliah di kota Malang, menjadi point bagi Malang kota kreatif bila Karang Taruna Kota Malang dapat memberikan ekosistem kolaborasi tersebut. Nah inilah yang menjadi tantangan bagi Karang Taruna ke depan menjawab hal ini, mengapa ? (mohon dibaca sampai tuntas)
  2. Sumber daya yang besar dari kampus, khususnya mahasiswa ini adalah nilai lebih dari kota Malang, Karang Taruna Kota Malang menjadi garda terdepan menjemput hal ini dan seharusnya bisa membuat ekosistem yang kreatif dengan kolaborasi ini. Bagaimana melaksanakan…heeee (jauhkan dari politik praktif, kaderisasi yang baik, sehingga muncul potensi SDM handal muncul dari setiap RW di Kota Malang)

 

Menarik kan diskusi di Pra Musrenbang Kepemudaan dari yang saya bahas diatas….

Sekarang kita lanjut mengapa Karang Taruna itu penting sekali bagi Kota Malang…

 

Saya cerita saya jadi ketua Karang Taruna Kelurahan Bunulrejo dulu ya, biar sedikit memahami dari sudut pandang mengapa saya menulis artikel ini…heeee

 

Saya ditunjuk jadi ketua Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo didalam forum penguatan kapasitas dan pemilihan Ketua Karang Taruna Kelurahan Bunulrejo pada bulan Oktober tahun 2017, dan SK dikeluarkan pada bulan Februari 2018. Acara ini diadakan karena beberapa tahun  Karang Taruna Kelurahan Bunulrejo vakum cukup lama, dan saya terpilih juga tidak sengaja yang tiba-tiba oleh pak RW 19 pagi-pagi diberikan surat undangan untuk malam hari hadir dalam acara di kelurahan, dan alhamdulillah langsung terpilih.

 

Menarik tentunya dan menjadi tantangan bagi saya menjadi Ketua Karang Taruna Setya Kelurahan Bunulrejo dengan membuat program kerja untuk dapat direalisasikan dalam 3 tahun kedepan (https://www.bunulrejomalang.com/rencana-kerja-karang-taruna-setya-karya/  ) dan selanjutnya Karang Taruna Setya Karya diberikan kepercayaan menjadi panitia HUT Bunulrejo ke 1083 tahun.

Ide kreatif yang kami lakukan menjadi dasar spirit karang Taruna Setya Karya adalah seminar kajian wisata Bunulrejo :

  1. Video acara : https://youtu.be/VeAkXzWf2Hw Seminar kajian Bunulrejo
  2. Seminar Kajian Pengembangan Wisata Bunulrejo, Revitalisasi Pasar Bunulrejo Berbasis Pasar Wisata dan Pengembangan Kepemudaan Tourism (https://www.bunulrejomalang.com/2019/12/26/seminar-kajian-pengembangan-wisata-bunulrejo-revitalisasi-pasar-bunulrejo-berbasis-pasar-wisata-dan-pengembangan-kepemudaan-tourism/ )
  3. Dan banyak rangkaian acara yang kami buat di HUT 1083 tahun Bunulrejo (mohon buka mbah google acara HUT 1083 tahun Bunulrejo)

Ditahun ke 2 di 2019 kami Karang Taruna Kelurahan Bunulrejo mempunya 2 acara Mbois yaitu 2 Fesital dalam waktu 1 bulan :

  1. Flashmoob Tari Bapang (https://www.bunulrejomalang.com/2019/10/27/flashmob-tari-bapang-dan-bunulrejo-culinary-festival-2019-kelurahan-bunulrejo-punya-kreativitas-27-oktober-2019-bunulrejo-mbois-mbonolrejo-istimewa/ )
  2. Batik Fashion Carnival (https://www.bunulrejomalang.com/2019/11/12/bunulrejo-recycling-batik-night-carnival/ )

Beberapa hal diatas adalah potret dari kami Karang Taruna Setya Kelurahan Bunulrejo, bagi saya tidak mudah dengan segala kekurangan dan jauh dari harapan ideal saya menjadi ketua dan juga masih banyak program-program yang belum berjalan dan terlaksana, harapan saya generasi muda di kelurahan Bunulrejo dapat melanjutkan peridoe selanjutnya karena  saya akan habis pada awal tahun 2021, dan saya tidak ada rencana untuk mencalonkan lagi, sehingga saya agenda tahun 2020 merupakan tahun terakhir adalah tahun kaderisasi, yaitu dengan agenda :

Training Kaderisasi, Pendidikan Organisasi dan Kepemimpinan Tingkat Dasar 1, Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo Kota Malang

https://www.bunulrejomalang.com/2020/01/21/training-kaderisasi-pendidikan-organisasi-dan-kepemimpinan-tingkat-dasar-1-karang-taruna-setya-karya-kelurahan-bunulrejo-kota-malang/

mohon diklik ya..heee

Keluarnya permensos 25 tahun 2019 pengganti permensos 77 tahun 2010 menjadi titik tolak mengapa penting sebuah kaderisasi bagi Karang Taruna Kota Malang, mengapa dalam Permensos 25 tahun 2019 telah dinyatakan dalam pasal 20 ayat 3 jelas bahwa massa kepengurusan adalah 5 tahun, berubah dari sebelumnya 3 tahun. Sehingga ini menjadi catatan utama bagi Kaarang Taruna Kelurahan dan bapak/ibu Lurah di 57 Kelurahan di Kota Malang untuk mencermatinya. Jadi mengapa saya pentingnya dan tekankan sebuah kaderisasi bagi Karang Taruna Kota Malang

 

Potensi Karang Taruna Kota Malang sangatlah besar perannya kalau di kelola dengan kreativitas, mengapa saya katakan begitu, pengalaman saya di Kelurahan Bunulrejo dengan 21 RW dalam waktu 2 tahun menjabat ini, saya merasakan sebuah potensi menarik, sehingga bila nanti calon-calon ketua Karang Taruna Kota Malang memaparkan visi-misinya seharusnya bisa membaca potensi ini, Nah mengapa saya sering bicara kepada beberapa rekan Karang Taruna di kelurahan lain agar ketua-ketua Karang Taruna kelurahan untuk maju langsung Temu Karya Daerah (TKD) Karang Taruna Kota Malang sehingga akan muncul banyak calon, tidak hanya 5 calon dari 5 kecamatan saja yang pada akhirnya bisa ada 10 atau 20 calon ketua Karang Taruna Kota Malang, mengapa begitu karena akan muncul sebuah kompetisi ide dan konsep dari masing-masing calon, menghindarkan politisasi atau pengkondisian dari calon luar yang bukan dari kepengurusan Karang Taruna diseluruh tingkatan di Kota Malang. Paling utama dari ide saya paragraf ini adalah memberikan kaderisasi yang baik sehingga muncul kader-kader potensial dari Karang Taruna Kelurahan-kelurahan.

Sebagai contoh memperkuat ide saya diatas adalah pengalaman diundang olehh rekan Karang Taruna Kelurahan Buring dengan acara :

Karang Taruna Kelurahan Buring Berkolaborasi Membangun Gerakan massal menanam 10.000 Pepaya Callina Dalam Ranggka Membangun Komunal Branding “Eduwisata Kampoeng Buah Bercahaya” | Karang Taruna Kelurahan Buring

(https://www.andrewiwanto.com/karang-taruna-kelurahan-buring-berkolaborasi-membangun-gerakan-massal-menanam-10-000-pepaya-callina-dalam-ranggka-membangun-komunal-branding-eduwisata-kampoeng-buah-bercahaya-karang-taruna-kelu/

mohon dicari di mbah googel ya..heeee)

melihat geliat rekan-rekan Karang Taruna Kelurahan selayaknya ketua Karang Taruna Kota Malang dapat menjadi komposer yang kreatif mengkolaborasikan. Tetapi yang paling penting adalah ketua-ketua Kelurahan dapat maju jadi ketua Karang Taruna Kota Malang dengan memaparkan visi dan visinya, akan muncul potensi dari setiap kelurahan di kota Malang…heeee

 

Perlu kaderisasi terprogram dengan baik, menjawab tantangan kaderisasi itu adalah membuka ruang dan memberikan pendampingan kepada setiap Karang Taruna Kelurahan, contoh diatas adalah sebuah satu potensi aja tingkat kelurahan, bagaimana kalau Karang Taruna di 57 kelurahan bergeliat, sebuah hal yang keren kan…heeee

Bagaiman membuat kaderisasi yang baik…bisa dijawab sendiri kan…

 

Merajut kolaborasi, bagaimana prespektif ini dapat dibangun, kalau membaca dari atas pasti paham apa yang saya maksud….ini point penting kapasitas dan kapabilitas calon Ketua Karang Taruna Kota Malang untuk dapat merangkai, intinya kreatifitas tanpa batas…heee

 

Menatap era 4.0 dan kota Malang Kota Kreatif, bagaimana program calon-calon Ketua Karang Taruna Kota Malang mengisi sprit kreatif ini, belum ada kan dari rekan-rekan pengurus Karang Taruna sebelum yang membikin narasi ekonomi kreatif dimedia, padahal RPJMD Pemkot Malang mengatakan itu, sehingga belum ada sebuah diskursus ke arah itu, padahal yang saya pahami ada beberapa rekan-rekan Karang Taruna Kelurahan yang punya potensi itu arah kesana, tetapi belum ada kolborasi mindset mengarahkan hal itu, itu akan menjadi pertanyaan dan tantangan…heeee… (PR adalah tantangan..heee)

Yang tidak kalah penting adalah Pemkot Malang akan bangun MCC (malang cretice center) yang dalam pembangunannnya menghabiskan +/- 120 M, besar bukan, terus Karang Taruna Kota Malang perannya dimana  dalam mengisi peran di gedung 8 lantai yang megah, manfaat potensi, timbal balik bagi Karang Taruna Kota Malang apa ya..atau hanya dimiliki oleh beberapa komunitas saja ya…sebuah tantangan bagi Ketua Karang Taruna Kota Malang…karena sejatinya adalah Karang Taruna layaknya koperasi, soko guru kepemudaan Kota Malang adalah Karang Taruna Karang Taruna.

Pertanyaan akhir saya buat rekan-rekan Karang Taruna Kelurahan di 56 Kelurahan di Kota Malang, bagaimana support total dari masing-masing Bapak/Ibu Lurah membina, mengakomodir, memberikan dukungan penuh dalam program di Musrenbang Kelurahan kepada KArang Taruna Kelurahan….seperti apakah, atau hanya jadi peserta pelatihan saja…heeee, karena bicara generasi milenial pendekatannya juga harus mbois…heee

itu kalau kita bertanya birokrasi Pemkot, …..

Tapi menilai kedalam Karang Taruna : ???

Tetapi bila bertanya diri kita, termasuk saya sudah seberapa besar peran saya mengajak lingkungan kita untuk, dalam hal ini generasi muda usia 13 tahun sampai 45 tahun untuk terlibat aktif di Karang Taruna Kelurahan, saya pun kalau menjawab ini juga pasti cukup berat dan sebuah tantangan. (potret 57 Karang Taruna Kelurahan adalah riil sebuah potensi yang..????… heeee)

Jadi kesimpulan akhir adalah KOLABORASI semua stakeholder

Harapan saya pribadi adalah Temu Karya Daerah (TKD) Karang Taruna Kota Malang dapat menemukan sosok Ketua Karang Taruna Kota Malang yang kreatif dan inovatif menjawab tantangan kaderasisasi generasi muda Kota Malang dan menggerakkan program-program yang menarik dan menjauhkan dari politisasi, KAderisasi adalah hal utama sehingga jangan sampai person menjadi calon-calon ketua Karang Taruna Kota Malang tanpa pernah membangun atau aktif didalam Karang Taruna (harus aktif dibuktikan nama dengan SK aktif diberbagai tingkatan di Karang Taruna Kota Malang)

 

Ayo generasi muda Kota Malang, besarkan Karang Taruna Kota Malang, kembangkan dari RW dan Kelurahan Kamu, jangan hanya main habiskan waktu tidak penting, tapi curahkan kreativitas kami dalam membangun lingkungan kamu di kelurahan masing-masing.

 

Sebuah catatan kecil pemikiran, semoga menjadi konstribusi pemikiran yang positif, hanya karena pengalaman menjadi ketua Karang Taruna Kelurahan Bunulrejo saya berani menulis ini, maaf bila ada tulisan yang kurang berkenan

Bravo Karang Taruna Kota Malang

Andri Wiwanto, ST, MM., IPM

Ketua Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo